Dewa 19 Terbaik-Terbaik 1995

Dirilis: Juni 1995
Direkam: Oktober 1994 – Mei 1995
Genre: Rock
Durasi: 46:15
Label: Aquarius Musikindo
Produser: Dhani Ahmad Manaf, Putra Jaya Husin

Terbaik Terbaik adalah album ketiga karya grup band Dewa 19. Album ini dirilis pada tahun 1995 dan didistribusikan oleh Aquarius Musikindo.

Album ini melejitkan sejumlah hits seperti “Cukup Siti Nurbaya”, “Satu Hati (Kita Semestinya)”, “Cinta ‘Kan Membawamu Kembali” dan “Restoe Boemi”.

Album yang memuat 11 lagu ini direkam sejak bulan Oktober 1994 hingga Mei 1995 di berbagai studio: Gin’s Studio, Triple M Studio, Studio 15 dan RJ Studio, serta dimasterkan di Don Bartley, 301 Studio, Australia.

Pada album ini Putra Jaya Husin bertindak sebagai Executive Producer dan Dhani Manaf bertindak sebagai produser dan menciptakan hampir semua lagu di album ini.

Album ini memiliki konsep musik pop rock yang dikembangkan dengan menambah unsur-unsur jazz, folk, funk dan ballad. Untuk foto-foto dan sampul album digarap oleh Dimas Djayadiningrat.

Banyak pengamat musik meyakini bahwa inilah album terbaik yang pernah dibuat Dewa 19 yang mengukuhkan mereka sebagai salah satu grup band besar terkreatif yang pernah ada di Indonesia.

Majalah Rolling Stone edisi Desember 2007 menempatkan album ini pada urutan 26 dalam daftar “150 Album Indonesia Terbaik”.

2 tahun usai album Dewa 19 dan Format Masa Depan sebagai debut album yang sukses, Dewa 19 merilis album ketiga bertajuk Terbaik Terbaik.

Tak cuma itu saja, Terbaik Terbaik adalah bukti betapa cemerlangnya ide Ahmad Dhani sebagai seorang komposer. Album Terbaik-Terbaik direkam dalam kurun waktu Oktober 1994 hingga Mei 1995, dengan Dhani bertindak selaku produser.

Terdapat 11 lagu dan hampir semuanya dibuat oleh Dhani. Yang membikin Terbaik Terbaik terasa istimewa ialah karena Dewa 19 tak sekadar memainkan warna pop, tapi juga rock, fusion, sampai folk.

Visi bermusik masing-masing personel membuat Terbaik Terbaik terdengar begitu semarak. Komposisi “IPS,” ambil contoh, memuat solo gitar akustik Andra yang seperti membelah keheningan.

Permainannya tenang dan mendamaikan perasaan mengajak kita melupakan sejenak huru-hara di dunia yang fana.

Lalu di “Hanya Satu,” Dewa 19 tak ubahnya mirip kelompok world music; ketukan perkusi yang rancak, vokal yang saling bersautan, hingga deru nada yang menawarkan eksotisme Timur yang membuai.

Di “Jangan Pernah Mencoba,” mereka bergerak lebih energik; membawakan semangat new wave ala Duran-Duran. Sementara “Restoe Boemi”, Dewa 19 seperti sedang terilhami band-band yang mengusung southern rock.

Nomor paling padat tentu jatuh pada “Cukup Siti Nurbaya” Kombinasi riff-riff berbahaya Andra dan cabikan bass Erwin yang meliuk lincah mengingatkan permainan Tetsuo Sakurai menjadikan track ini sangat berbahaya, sekaligus andalan Terbaik-Terbaik.